Metode Analisis Pieces Studi Kasus: King Street Coffee Shop
|
Kategori Analisis |
Masalah yang Ditemukan |
Dampak pada Bisnis |
Hubungan dengan Ketiadaan
Digitalisasi |
|
P - Performance
(Kinerja) |
Proses pemesanan menu dan pencatatan penjualan masih
dilakukan secara manual. |
Pelayanan menjadi lambat, terutama pada jam ramai,
serta meningkatkan risiko kesalahan pesanan. |
Tidak adanya sistem pemesanan dan pencatatan digital
menyebabkan proses kerja tidak berjalan secara real-time dan
bergantung pada pencatatan manual. |
|
I - Information
(Informasi) |
Informasi penjualan, stok bahan baku, dan menu
terlaris tidak tersedia secara akurat dan terkini. |
Pemilik coffee shop kesulitan dalam memantau
kondisi usaha dan mengambil keputusan bisnis. |
Ketiadaan sistem informasi digital menyebabkan data
tidak tersimpan dalam database terpusat dan sulit diolah. |
|
E - Economics
(Ekonomi) |
Pengeluaran operasional tidak terkontrol akibat
kesalahan pencatatan dan pembelian bahan baku berlebih. |
Terjadi pemborosan biaya dan menurunnya keuntungan
usaha. |
Sistem manual tidak mampu memberikan data keuangan
dan penggunaan bahan baku secara akurat untuk pengendalian biaya. |
|
C - Control (Pengendalian) |
Tidak terdapat sistem keamanan dan pembatasan akses
terhadap data penjualan dan pembelian. |
Risiko kehilangan data dan potensi kecurangan
meningkat. |
Sistem manual tidak memiliki fitur login, hak
akses pengguna, dan pencadangan data. |
|
E - Efficiency
(Efisiensi) |
Terjadi pencatatan berulang pada proses pemesanan,
penjualan, dan stok bahan baku. |
Waktu dan tenaga karyawan tidak digunakan secara
optimal. |
Tidak adanya sistem terintegrasi menyebabkan proses
kerja tidak efisien dan banyak pekerjaan manual. |
|
S - Service (Pelayanan) |
Kualitas pelayanan kepada pelanggan belum optimal. |
Pelanggan harus menunggu lebih lama dan berpotensi
merasa tidak puas. |
Ketiadaan sistem digital menyebabkan proses
pemesanan dan pembayaran berjalan lambat dan kurang akurat. |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar