Powered By Blogger

Minggu, 14 Desember 2025

PENDAHULUAN

    King Street Coffee Shop merupakan salah satu UMKM yang berkembang di Kota Parepare dan berlokasi di Jalan Bumi Harapan, Kecamatan Bacukiki Barat. Usaha ini bergerak di bidang coffee shop dan menjadi tempat yang diminati berbagai kalangan untuk bersantai dan menikmati kopi. Dengan potensi pasar yang cukup baik, King Street memiliki peluang besar untuk terus berkembang.

Namun, seluruh kegiatan operasional masih dijalankan secara manual, mulai dari pemesanan menu, pencatatan penjualan, hingga pengelolaan stok bahan baku. Kondisi ini menyebabkan kurang efisiennya pelayanan serta berisiko menimbulkan kesalahan pencatatan. Oleh karena itu, penerapan digitalisasi pada sistem operasional diperlukan untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing King Street Coffee Shop.


Gambar 1. Tampak depan King Street


Gambar 2. Tampak pada bagian samping King Street


Gambar 3. Dokumentasi Wawancara

FLOWCHART DIAGRAM

1. Flowchart Proses Pemesanan Manual King Street Coffee Shop


Gambar 1. Flowchart Proses Pemesanan Manual di King Street

Analisis Singkat: Berdasarkan flowchart di atas, terlihat jelas hambatan operasional (bottleneck) terjadi pada proses "Catat Manual di Nota Kertas", "Hitung Total (Kalkulator)", dan "Antar Nota Manual ke Barista". Ketiga aktivitas ini memakan waktu dan tenaga yang seharusnya bisa dipangkas jika menggunakan sistem digital.


2. Flowchart Proses Pembelian Bahan Baku Manual King Street Coffee Shop

Gambar 2. Flowchart Pembelian Bahan Baku di King Street

Analisis Singkat: Berdasarkan flowchart ini, kelemahan utama (bottleneck) terlihat pada proses "Cek Stok Fisik" dan "Catat Daftar Belanja Manual". Proses ini sangat bergantung pada ketelitian mata manusia dan rawan kesalahan (human error), seperti barang terlewat dicatat atau salah estimasi jumlah, yang menyebabkan stok habis mendadak atau penumpukan barang (overstock).


3. Flowchart Proses Pencatatan Penjualan Manual King Street Coffee Shop

Gambar 3. Flowchart Pencacatan Penjualan di King Street

Analisis Singkat: Berdasarkan flowchart ini, titik kritis (critical point) berada pada proses "Hitung Nota Nominal (Kalkulator)" dan "Apakah Total Nota = Uang Fisik". Karena dilakukan manual, risiko kesalahan hitung sangat tinggi dan proses validasi selisih memakan waktu lama, yang mengakibatkan inefisiensi waktu kerja karyawan saat jam pulang.



BUSINESS PROBLEM ANALYSIS (ANALISIS MASALAH BISNIS)

Metode Analisis Pieces Studi Kasus: King Street Coffee Shop

Kategori Analisis

Masalah yang Ditemukan

Dampak pada Bisnis

Hubungan dengan Ketiadaan Digitalisasi

P - Performance (Kinerja)

Proses pemesanan menu dan pencatatan penjualan masih dilakukan secara manual.

Pelayanan menjadi lambat, terutama pada jam ramai, serta meningkatkan risiko kesalahan pesanan.

Tidak adanya sistem pemesanan dan pencatatan digital menyebabkan proses kerja tidak berjalan secara real-time dan bergantung pada pencatatan manual.

I - Information (Informasi)

Informasi penjualan, stok bahan baku, dan menu terlaris tidak tersedia secara akurat dan terkini.

Pemilik coffee shop kesulitan dalam memantau kondisi usaha dan mengambil keputusan bisnis.

Ketiadaan sistem informasi digital menyebabkan data tidak tersimpan dalam database terpusat dan sulit diolah.

E - Economics (Ekonomi)

Pengeluaran operasional tidak terkontrol akibat kesalahan pencatatan dan pembelian bahan baku berlebih.

Terjadi pemborosan biaya dan menurunnya keuntungan usaha.

Sistem manual tidak mampu memberikan data keuangan dan penggunaan bahan baku secara akurat untuk pengendalian biaya.

C - Control (Pengendalian)

Tidak terdapat sistem keamanan dan pembatasan akses terhadap data penjualan dan pembelian.

Risiko kehilangan data dan potensi kecurangan meningkat.

Sistem manual tidak memiliki fitur login, hak akses pengguna, dan pencadangan data.

E - Efficiency (Efisiensi)

Terjadi pencatatan berulang pada proses pemesanan, penjualan, dan stok bahan baku.

Waktu dan tenaga karyawan tidak digunakan secara optimal.

Tidak adanya sistem terintegrasi menyebabkan proses kerja tidak efisien dan banyak pekerjaan manual.

S - Service (Pelayanan)

Kualitas pelayanan kepada pelanggan belum optimal.

Pelanggan harus menunggu lebih lama dan berpotensi merasa tidak puas.

Ketiadaan sistem digital menyebabkan proses pemesanan dan pembayaran berjalan lambat dan kurang akurat.


Kesimpulan Output:

Output analisis ini menunjukkan bahwa seluruh akar masalah pada UMKM King Street Coffee Shop berkaitan langsung dengan *ketiadaan sistem digital*. Oleh karena itu, penerapan sistem digital terintegrasi menjadi solusi utama untuk meningkatkan kinerja bisnis, efisiensi operasional, dan kualitas pelayanan.

STRATEGY DEVELOPMENT

    Strategy Development merupakan proses penentuan arah dan cara untuk mencapai tujuan bisnis King Street Coffee Shop. 

Strategi Utama

• Cost Leadership
Strategi ini diterapkan untuk mengurangi biaya operasional dan meningkatkan efisiensi kerja. Pencatatan manual yang selama ini menggunakan kertas digantikan dengan sistem digital, sehingga waktu pelayanan menjadi lebih cepat, kebutuhan tenaga tambahan dapat ditekan, dan kesalahan pencatatan dapat dikurangi.

• Differentiation
Strategi diferensiasi dilakukan dengan memberikan kemudahan dan kenyamanan kepada pelanggan melalui penggunaan teknologi digital. Proses pemesanan yang lebih cepat dan rapi memberikan pengalaman pelayanan yang lebih baik dibandingkan coffee shop yang masih menggunakan sistem manual.

Usulan Solusi Digital

- Implementasi Sistem Point of Sale (POS)
Sistem POS digunakan untuk menggantikan pencatatan manual pada proses pemesanan dan pembayaran. Solusi ini membantu mempercepat pelayanan dan menghasilkan data penjualan yang lebih akurat.

- Aplikasi Pemesanan Mandiri / Kios Digital
Sistem ini memungkinkan pelanggan memesan menu secara mandiri, sehingga mengurangi antrean dan meningkatkan efisiensi pelayanan di dalam kedai.

- Integrasi Platform Online Delivery
Integrasi dengan aplikasi pesan antar seperti GoFood dan GrabFood dilakukan untuk memperluas jangkauan penjualan tanpa menambah beban operasional di dalam kedai.

- Sistem Manajemen Stok Berbasis Cloud
Sistem ini digunakan untuk mencatat dan memantau stok bahan baku secara digital, sehingga memudahkan pengontrolan persediaan dan mengurangi risiko kekurangan bahan.

DIGITAL BUSINESS VALUE ACTIVITY

    Digital Business Value Activity merupakan aktivitas-aktivitas digital yang dilakukan King Street Coffee Shop untuk menciptakan nilai bisnis melalui pemanfaatan teknologi. Aktivitas ini difokuskan pada proses bisnis yang sebelumnya dilakukan secara manual dan kemudian diperbaiki melalui penerapan sistem digital agar lebih efektif dan efisien.

1. Pemetaan Rantai Nilai (Value Chain) yang Didigitalkan

Berdasarkan kondisi awal, beberapa aktivitas utama dalam rantai nilai King Street Coffee Shop yang akan didigitalkan meliputi pemesanan, pembayaran, pencatatan penjualan, pengelolaan stok bahan baku, serta penjualan secara online.


2. Aktivitas Digital dan Nilai Tambah yang Dihasilkan

A. Pemesanan dan Pembayaran Digital:

- Proses sebelumnya:

Pemesanan dan pembayaran dilakukan secara manual dan dicatat di kertas.

- Aktivitas digital:

Menggunakan sistem POS dan pembayaran digital seperti QRIS dan e-wallet.

- Nilai bisnis:

Proses transaksi menjadi lebih cepat, pencatatan lebih rapi, dan kesalahan hitung dapat dikurangi.

B. Pemesanan Mandiri oleh Pelanggan

- Proses sebelumnya:

Pelanggan harus memesan melalui kasir secara langsung.

- Aktivitas digital:

Menggunakan aplikasi pemesanan mandiri atau kios digital.

- Nilai bisnis:

Mengurangi antrean, meningkatkan kenyamanan pelanggan, dan mempercepat pelayanan.

C. Pencatatan Penjualan Otomatis

- Proses sebelumnya:

Rekap penjualan dilakukan secara manual setiap hari dan bulan.

- Aktivitas digital:

Sistem POS menghasilkan laporan penjualan otomatis.

- Nilai bisnis:

Data penjualan lebih akurat dan memudahkan pemilik usaha dalam memantau kinerja bisnis.

D. Manajemen Stok Bahan Baku Digital

- Proses sebelumnya:

Pengecekan stok dilakukan secara manual tanpa data yang pasti.

- Aktivitas digital:

Menggunakan sistem manajemen stok berbasis cloud.

- Nilai bisnis:

Memudahkan pengontrolan persediaan, mengurangi risiko kehabisan bahan, dan membantu perencanaan pembelian.

E. Penjualan Online melalui Platform Delivery

- Proses sebelumnya:

Penjualan hanya dilakukan secara langsung di kedai.

- Aktivitas digital:

Integrasi dengan platform online delivery seperti GoFood dan GrabFood.

- Nilai bisnis:

Menambah saluran penjualan, meningkatkan pendapatan, dan memperluas jangkauan pasar.

BUSINESS IMPLEMENTATION (IMPLEMENTASI)

PENDAHULUAN

     King Street Coffee Shop merupakan salah satu UMKM yang berkembang di Kota Parepare dan berlokasi di Jalan Bumi Harapan, Kecamatan Bacuk...